Thursday, March 2, 2017

Graduation!

21 Februari 2017

2
Setelah terdampar, jatuh, berdarah-darah, hingga usus terburai dalam melewati hari-hari di jurusan ini, akhirnya saya menuju tahap "survived" 1 (baca: kelulusan) pada tanggal 4 Februari lalu. Puji syukur, alhamdullilah. 




Thankies so mucho for the supports, greetings, gifts, letters, calls, flowers, a sachet of mecin, an epic celebration on a rafting boat, for those who came to see me, for those who tried to meet me but couldn't find me on my graduation day, and for those who spent their times to help me through the bloody days in college with a lot of laughs and a bunch of fun. It was a wonderful feeling on my special day when i looked at the crowd and i saw some of them, yelled my name, and hugged me. i'm beyond blessed and glad to be surrounded by these lovely peeps. ❤❤
sorry i couldnt take all the gifts that ive got

black. marroon. and gold.
an epic celebration

"kok kamu malah jalan2? emang kuliah udah kelar?"  "ngapain sih pulang subuh dari kampus?" , "badanmu kenapa kayak abis berantem, lecet2 gitu". "tuhkan susah jalan gara2 abis naik gunung", "udah lah gak usah ikutan kegiatan mapala", "kuliah lo kapan kelar?". itulah segelintir nyinyiran dari ibu saya yang selalu khawatir akan gadis perempuannya. Selain beliau, anggota keluarga saya yang lain pun tidak ada yang percaya bahwa saya mengikuti kegiatan Mapala. Mapala atau Mahasiswa Pencinta Alam, sebuah organisasi yang membutuhkan anggota yang aktif bergerak, tangguh, pemberani. Bertolak belakang dengan kepribadian saya yang sering sakit, loyo, dan sering takut akan hal mistismenurut anggota keluarga. Maka itulah mereka sulit percaya. 

Walaupun sering kali tidak mengizinkan saya bergiat di kegiatan Mapala, saya tetap ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu dan bapak atas segala dukungan dan nyinyirannya, serta bantuan sumbangan dana untuk segala kegiatan saya selama berkuliah dan kegiatan di luar kuliah. Tanpa bantuan kalian berdua, segala rencana saya untuk melakukan hal-hal yang ada dalam bucketlist saya semakin tertunda.

 Mecin dan Puttana.
Walaupun berdarah-darah dalam melewati di jurusan, namun berkat makhluk-makhluk ini  hari-hari saya di jurusan semakin mengasyikan. Ada makhluk-makhluk liar dan satu nabi yang tergabung dalam grup Mecin yang membuat saya tertawa setiap hari hingga sakit perut. Dari mulai perkataan-perkataan yang keluar dari congor-congor mereka, kelakuan liar mereka bak binatang, permainan menangkap laler, karaoke, dll.  Selama berkuliah, banya kata-kata baru yang kami ciptakan seperti 'msooo' (mampus), 'cruuu' (sux), 'yauh' (yeay),  'lel' (LOL), 'koceng' (kucing), 'dadak' (ayah), dan masih banyak  kata lainnya yang dapat kami masukan dalam leksikografi Kamus Bahasa Mecin. Walaupun tergabung dalam Mecin, namun ada 4 makhluk diantara kami yang berhasil meraih IP tertinggi di tingkat fakultas.  


Selanjutnya ada Puttana, gabungan beberapa perempuan tipikal "perempuan-perempuan Sastra Prancis" (kecuali saya seorang). Pandai, rajin, up to date mengenai hal-hal berbau make up serta lihai bersolek. Namun tiap pribadinya memilki sisi freak. Manusia-manusia yang selalu mendengarkan keluh kesah dan cerita-cerita saya mulai dari cerita yang penting hingga tak penting.   



Graduation a la Mapala UI: mengarungi danau Kenangan di UI seusai upacara wisuda. Walaupun kami sempat terkena banjir di perahu, kain saya basah hingga lutut, me-rescue toganya Firman yang terhempas angin, lalu bersama-sama bernyanyi OST Film Titanic: My Heart Will Go On.

Terima kasih kepada makhluk-makhluk penghuni sekretariat Mapala UI di Pusgiwa yang sering berlaku konyol, menghibur, dan kadang bercongor tidak seperti manusia terpelajar. Tempat ini merupakan salah satu tempat saya bernanung ketika malas kembali ke kosan atau rumah jika ada acara yang selesai pada tengah malam atau subuh. Setelah lulus pun, saya masih betah ke tempat ini untuk sekedar mendapatkan wifi, mengobrol, tertawa, bersinggah hingga mendapat gibah, mendapatkan materi, membahas perencanaan suatu kegiatan, dan berlatih sebelum melakukan suatu perjalanan..




Oiya, terima kasih juga kepada Puspus, anjing penjaga Pusgiwa yang sudah wafat. Berkat dirinya, impian saya untuk mempunyai anjing, ditemani anjing selama beraktifitas seperti jogging dan mengerjakan tugas sudah tecapai. semoga kita bisa ketemu lagi ya, Pus!

  


Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Didin, para pelayan, dan pelanggan Warkop Barokah. Warkop tempat saya bernaung ketika pulang terlalu larut setelah bergiat di Pusgiwa. Saya rindu obrolan-obrolan di Warkop yang menyatukan para pelanggan dan juga pelayan Warkop meskipun kami tak saling kenal. Terima kasih juga Didin, salah satu pelayan Warkop Barokah, motivator kisah cinta saya yang sudah kandas. Semoga cita-citanya untuk memilki motor dan cabe-cabean segera terealisasi.  
Tumpengan 


No comments: